Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

BPSDM Gelar Diklat Dasar Penanggulangan Bencana

Berita dan Informasi | 18 Maret 2019

SIMBOLIS - Kepala BPSDM Provinsi Kalsel Drs. H. Muhammad Nispuani, M. AP secara simbolis memasangkan tanda peserta Diklat Dasar Penanggulangan Bencana di Kampus I pada Senin (18/3).

BANJARBARU -  Sebanyak 30 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti Diklat Dasar Penanggulangan Bencana yang pembukaanya digelar di BPSDMD pada Senin (18/3).

Pada pembukaan yang dilakukan oleh Kepala BPSDMD Drs. H. Muhammad Nispuani, M. AP, hadir  Koordinator Widyaiswara Dr. H. Suharjo, M. Si, Kabid Pengembangan Kompetensi Teknis, Drs. AM. Robeniansyah, M. AP  sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kalsel serta widyaiswara.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala BPSDMD menyampaikan, bencana saat ini sering terjadi di wilayah Indonesia, tak terkecuali di Banua. Sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel tercatat sebanyak 1.387 terjadi bencana di Kalsel. Dari angka itu, 85 persen bencana yang mendominasi adalah kebakaran hutan dan lahan serta kebarakan pemukiman dan bangunan. Totalnya,  luas kebakaran hutan dan lahan di Kalsel pada 2018 ini mencapai 2.593 ha.

“Kalsel adalah provinsi ketiga di Kalimantan yang tingkat bahaya kebakaran hutan dan lahan terbesar setelah Kalbar dan Kalteng. Ini betul-betul menjadi kerugian. Selain bagi Kalsel, tapi juga daerah sekitar terdampak asap,” kata gubernur sebagaimana dalam sambutan.

Meski sejauh ini telah dibentuk satuan petugas (satgas) penanggulangan bencana di BPBD, gubernur berharap banyak kepada peserta diklat agar nantinya siap memberikan informasi penting berkaitan bencana. Sehingga, dengan informasi yang akurat itulah, masyarakat di Kalsel bisa lebih siap dalam menghadapi bencana yang menimpa.

“Melalui diklat ini, jadilah aparatur yang handal. Garda terdepan penanggulangan bencana, tularkan ilmu sehingga masyarakat sadar dan awas terhadap bencana di wilayah sekitarnya. Sehingga, banua aman dan nyaman dari bencana,” pesan orang nomor satu di Kalsel ini.

Diklat Dasar Penanggulangan Bencana dilaksanakan mulai 18 Maret s.d 23 Maret 2019 dengan tenaga pengajar dari BPPB Provinsi Kalsel, widyaiswara BPSDM hingga pejabat di lingkungan Pemprov Kalsel. Mata diklat yang diajakan sendiri antara lain meliputi kebencanaan, dasar-dasar penanggulangan bencana, manajemen bencana, manajemen logistik dan peralatan, manajemen data dan informasi , kerjasama multi pihak dalam penanggulanan bencana hingga simulasi penangganan bencana. (mul)


Kembali Ke Halaman Sebelumnya