Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

Diklatpim Tingkat IV Angkatan XXIX Resmi Ditutup

Berita dan Informasi | 09 Juli 2018

Sekdaprov : Inovasi dan Proyek Perubahan jangan Berhenti Pasca Diklat

MOTIVASI ALUMNI - Sekdaprov Kalsel H. Abdul Haris, M. Si didampingi Kepala BPSDMD Kalsel Drs. H. Muhammad Nispuani, M. AP berfoto bersama alumni Diklatpim Tk. IV Angkatan XXIX usai penutupan diklat. 

BANJARBARU - Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan XXIX Tahun 2018 yang digelar sejak 19 Maret 2018 resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan H. Abdul Haris, M.Si di Aula BPSDMD Provinsi Kalsel, Senin (9/7).

Dalam penutupan itu, sebanyak 40 pejabat pegawas (eselon IV) dari Pemerintah Provinsi Kalsel, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalsel dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL). 

Dihadiri Kepala BPSDMD Drs. H. Muhammad Nispuani, M. AP serta pejabat di lingkungan BPSDMD serta Pemerintah Kabupaten/Kota se- Kalsel, Sekdaprov Kalsel mengingatkan kapada alumni Diklatpim agar inovasi dan proyek perubahan yang selama ini dikerjakan jangan berhenti pascadiklat. Tak itu saja, alumni juga harus berterima kasih kepada lembaga yang telah memberikan pengetahuan dan ketrampilan, pedoman dan menjadi lokomotif perubahan dalam melaksanakan tugas-tugas ke depan.

"Inovasi dan proyek perubahan jangan berhenti pascadiklat," pesan Sekdaprov kepada alumni. 

Pada kesempatan itu, Sekdaprov juga menyampaikan pengalamannya menjadi alumni  Diklatpim Tingkat I Tahun 2018 di LAN RI beberapa waktu lalu. Dengan mengambil judul proyek perubahan "Pariwisata Berbasis Masyarakat, community based development" , Sekdaprov Kalsel dinobatkan menjadi lulusan terbaik.

"Pengalaman positif dalam suka dan duka menyelesaikan proyek perubahan, strategi mengatur waktu, manajemen konflik dan sumber daya lainnya, akan menjadi pengalaman yang berharga saat melaksanakan tugas," cerita Abdul Haris.

Atas raihan itulah, Sekdaprov Kalsel juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada tim efektif, para pimpinan daerah, seluruh ASN di Pemprov dan Pemkab/Kota se-Kalsel yang telah mendukung penyelesaian proyek perubahan dalam pelaksanaan Diklatpim Tingkat I Tahun 2018 itu.

"Prestasi ini bukan prestasi pribadi, tetapi kebanggaan Kalsel. Persoalannya bukan masalah peringkat, tetapi lebih kepada membawa kebanggaan daerah," kata Sekdaprov.

SERAHKAN STTPL - Sekdaprov Kalsel H. Abdul Haris, M. Si secara simbolis menyerahkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan kepada alumni yang dinyatakan lulus Diklatpim Tingkat IV Angkatan XXIX Tahun 2018. 

Di samping itu, dalam penutupan Diklatpim Tk. IV Angkatan XXIX itu, Sekdaprov Kalsel juga berkesempatan menyampaikan sambutan MenPAN RI saat penutupan Diklatpim Tk. I Tahun 2018 beberapa waktu lalu yang perlu untuk diketahui dalam menunjang kinerja ke depan. Pertama, semua kurikulum yang akan datang berubah. Yakni Diklatpim berubah menjadi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN). Ketika off campus, konsultasi harus tetap jalan dengan Informasi Teknologi (IT) dan bahkan ujian tertulis juga dengan menggunakan IT. Kedua, alumni diklat semua tingkatan harus menjadi human capital, memberi manfaat bagi organisasi, lingkungan dan masyarakat.

"Memiliki kemampuan berinovasi, memiliki keberanian keluar dari zona nyaman serta kemampuan untuk berubah ke arah yang lebih baik," kata Sekdaprov.

Ketiga jelasnya, ASN dan alumni diklatpim harus melakukan upaya-upaya untuk merubah mindset (pola pikir). Di mana, pemenang persaingan global bukan lagi negara besar atas negara kecil, tetapi negara yang memiliki kecepatan berinovasi untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki, dengan demikian keikutsertaan dalam diklatpim bagi peserta kiranya bukan hanya tempat untuk menggugurkan kewajiban saja, tetapi lebih kepada bagaimana merubah mindset tersebut.

Keempat, reformasi birokrasi tidak boleh stagnan atau mundur. Maka, lembaga diklat dan BKD menjadi penggerak human capital di daerah. Terakhir, lanjut Sekdaprov, pemerintah berupaya memperbaiki sistem rekrutmen ASN melalui sistem CAT dan online, pemimpin saat ini harus memiliki kemampuan menjaga kualitas dan idealisme ASN hasil rekrutmen tersebut.

"Kurikulum diklat terus diperbaiki, kemudian memperbaiki sitem gaji dan tunjangan baru selain menghindari korupsi, juga meningkatkan kompetisi dan kompetensi, sistem pensiun juga diperbaiki agar pensiunan akan mendapatkan hasil investasi yang lebih mensejahterakan," jelas Sekdaprov.

Dalam penutupan Diklatpim Tk. IV Angkatan XXIX Tahun 2018, berikut nama-nama peserta yang berhasil masuk 5 (lima) besar. Yakni, peringkat pertama Ismayanti, S. ST., M. Kes (RSUD H. Hasan Basry Kandangan Kabupaten HSS), lalu Hidayat Rahmatullah, S. Sos (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Batola), Asep Syarief Hidayat, S.K.M., M. KM (RSUD Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar), Emmy Ariani, ST (Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel) serta peringkat kelima Dedy Harianto, ST dari Dinas Perhubungan Kabupaten Balangan. (mul)

(mul)

 

 


Kembali Ke Halaman Sebelumnya