Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

Ekonom Faisal Basri Beri Pembekalan Isu Strategis Ekonomi kepada Peserta Diklatpim Tk. II

Berita dan Informasi | 06 Agustus 2018

 

SOAL PEREKOMONIAN INDONESIA - Ekonom Faisal Basri saat memberikan pembekalan soal isu strategis ekonomi kepada peserta Diklatpim Tk. II Angkatan XIV Tahun 2018 di Aula BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (6/7).

BANJARBARU – Peserta Diklatpim Tk. II Angkatan XIV Tahun 2018 mendapat pembekalan isu strategis bidang ekonomi yang disampaikan oleh Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri di Aula BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin 6 Agustus 2018.

Dalam pembekalan isu strategis bidang ekonomi yang termasuk dalam satu materi/mata diklat ini, Faisal Basri dihadapan peserta mengungkapkan permasalahan perekonomian yang sedang melanda Indonesia saat ini.

Menurut lulusan Master of Arts (M.A.) dalam bidang ekonomi, Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika ini, ada beberapa faktor persoalan perekonomian yang sedang terjadi. Pertama, merosotnya nilai tukar rupiah yang terus terjadi, kemudian pertumbuhan ekonomi yang terjadi terkesan stagnan, ditambah lagi utang pemerintah yang jumlahnya semakin meningkat,  serta permasalahan kemiskinan dan penggangguran.

“Dengan kondisi perekomian seperti saat ini, perlu usaha keras untuk mengembalikan kembali perekonomian kita. Karena tidak ada jalan pintas. Kita perlu memperluas institusi dan regulasi untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat secepat-cepatnya dan setinggi-tingginya,” ungkap ekonom yang juga pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Diungkapkan Faisal, saat ini memang ada beberapa usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan ekonomi di atas. Selain terus meningkatkan pendapatan negara dengan menyedot dana masyarakat dalam bentuk pajak dan tabungan, saat ini pemerintah untuk menarik dana melepaskan Surat Utang Nagara (SUN). Hanya, beber pria yang juga pernah dipercaya sebagai Ketua Tim Tata Kelola Migas ini, saat ini pemerintah melepas SUN yang jumlahnya cukup besar mencapai 39 persen dan tertinggi di Asia. Kondisi ini pun berisiko karena pemegang SUN biasanya sangat mudah terpengaruh dengan kondisi perekomonian.

Pada kesempatan itu pula, ia pun berharap pada pemerintahan Presiden Joko Widodo ini, persoalan-persoalan di atas kiranya  mampu diselesaikan dan diharapkan dapat membawa kembali perekonomian Indonesia menjadi jauh lebih baik.

Mendapat  pembekalan dari ekonom Faisal Basri, hampir semua peserta dengan seksama menyimak. Bahkan, ada beberapa peserta dengan aktif juga menanyakan berbagai persoalan ekonomi dan cara mengatasinya. (mul)


Kembali Ke Halaman Sebelumnya