Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

Tiga Inovator Banua Berlomba di Jambore Inovasi Kalimantan (JIK) 2018 di Kalbar

Berita dan Informasi | 09 Oktober 2018

PONTIANAK - Tiga inovator Banua berlomba dalam Kompetensi Inovasi Pasca Diklat (Sinopadik) Tahun 2018 dalam rangka Jambore Inovasi Kalimantan (JIK) di Pontianak, Kalimantan Barat pada Selasa (9/10).

Ketiga inovator banua  itu adalah H. Danu Fatahena (Kabupaten HSU), Sofyan Hamid (Kotabaru) dan Rina Setyati asal Kota Banjarbaru.

Para inovator ini akan bersaing dengan 12 inovator lainnya dari Kalbar, Kalteng, Kaltim dan Kaltara dalam babak final Sinopadik Tahun 2018 di BPSDM Provinsi Kalimantan Barat.

Lalu apa inovasi yang akan diusung ketiga inovator ini? 

H. Danu pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara misalnya membuat inovasi "BERASA BADANGSANAK". Inovasi ini mengumpulkan data golongan darah penduduk desa, lalu menyiapan pendonor darah di desa dalam bentuk data golongan darah yang terdokumentasi di desa dan puskesmas. Dalam inovasi ini pun mampu menyiapkan calon pendonor di tingkat desa yang bertujuan agar mudah mencari darah kalau terjadi kejadian emergency. Terutama pertolongan untuk ibu hamil melahirkan. Juga untuk kasus lain seperti penyakit Talisimia yang tidak bisa memproduksi sel darah merah sehingga perlu donor darah merah.

Lalu inovasi Sofyan Hamid yang merupakan kepala seksi (kasi) di Dinas Perpustakaan Pemkab Kotabaru ini mengangkat judul "Transformasi Perpustakaan sebagai Pusat Sumber dan Kegiatan Masyarakat atau Comunity Engagement Berbasis TIK.

Inovasi ini bertujuan untuk mentransformasikan layanan perpustakaan sebagai sumber belajar dan kegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi sebagai salah satu tolak ukur terjadi peningkatan kunjungan per hari, per bulan bahkan per tahun. Transformasi ini mengubah pelayanan klasik ke pelayanan moder.

Sedangkan inovator Rina Setyati dengan inovasi berjudul "  Menyajikan Informasi Infrastuktur Berbasis Web Geografic Information System"

Tujuan inovasi ini  sebagai upaya mewujudkan universal assces (100 persen air minum, 0 persen kawasan kumuh, 100 persen sanitasi layak) serta meningkatan penyediaan infranstruktur perkotaan yg merata, cerdas dan berwawasan lingkungan. 

Para finalis Sinopadik Tahun 2018 ini akan diuji dan dinilai oleh tim penguji dari LembagaAdministrasi Negara (LAN) RI, Kementerian MenPAN serta penguji dari kalangan akademisi/profesional. 

5 (lima) besar finalis Sinopadik 2018 dan pemenang akan diumumkan dalam pembukaan JIK di rumah adat Radakg pada Kamis 11 Oktober 2018. (mul)

 


Kembali Ke Halaman Sebelumnya