.jpg)
Banjarbaru – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan menyambut kedatangan rombongan BPSDM Kemendagri di Kantor BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kamis (18/122025), dalam rangka pemantauan dan evaluasi sekaligus publikasi agenda kegiatan pengembangan kompetensi Tahun 2026.
Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional, Mahdiansyah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).
.jpg)
.jpg)
Rombongan BPSDM Kemendagri dipimpin oleh Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Madya, Yosephina Siagian. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN di daerah, khususnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Dalam paparannya, Mahdiansyah menjelaskan bahwa meskipun berada di tengah keterbatasan anggaran, BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan tetap mampu melaksanakan berbagai kegiatan pelatihan dan pembelajaran ASN dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
“Beberapa pelatihan kami laksanakan dengan memanfaatkan platform zoom meeting. Selain itu, kami juga melakukan pembinaan dan kolaborasi dengan kabupaten/kota agar efisiensi anggaran tidak menghambat proses pelatihan yang telah direncanakan,” ujar Beliau.

.jpg)
.jpg)
Beliau juga menyampaikan target Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, yakni mendorong seluruh program pelatihan dan sertifikasi yang dilaksanakan BPSDMD Kalsel untuk meraih Akreditasi A, baik pada akreditasi lembaga maupun akreditasi program pelatihan, sesuai standar lembaga pembina nasional.
Selain itu Beliau juga menyampaikan target agar Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan dapat bertransformasi menjadi BLUD pada tahun 2027 mendatang.
Menanggapi paparan tersebut, Yosephina Siagian menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap langkah-langkah strategis yang dilakukan BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan dalam mengatasi tantangan pengembangan kompetensi ASN di tengah efisiensi anggaran.
“Kami mengapresiasi upaya BPSDMD Kalsel yang tetap inovatif dan adaptif dalam melaksanakan pengajaran dan pelatihan ASN. Ini menjadi contoh baik bagi daerah lain,” ungkap Yosephina.

Terkait target Akreditasi A dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan dapat bertransformasi menjadi BLUD Yosephina menyatakan bahwa pihak BPSDM Kemendagri siap memberikan pendampingan serta memfasilitasi proses yang diperlukan agar BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan dapat mencapai standar akreditasi terbaik.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara BPSDM RI dan BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan dalam mewujudkan ASN yang kompeten, profesional, dan berdaya saing tinggi.
