
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi menutup Pelatihan Hospitality Pelayanan Publik bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalsel. Upacara penutupan digelar di Aula Kampus I BPSDMD Provinsi Kalsel, Jumat (21/11/2025).
Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah, melalui Kepala Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan, Khalid Rijaluddin, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi ASN dalam memberikan pelayanan publik yang lebih ramah, responsif, dan profesional.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta dibekali beragam materi dan praktik yang menekankan nilai-nilai dasar hospitality.
“Keramahan, empati, ketanggapan, dan profesionalitas merupakan fondasi penting bagi aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Khalid.
Beliau menegaskan bahwa citra birokrasi sangat dipengaruhi oleh cara ASN melayani masyarakat.
“Sapaan tulus, perhatian yang jujur, serta kecepatan dan ketepatan dalam menghadirkan solusi menjadi bentuk nyata semangat Bangga Melayani Bangsa,” tambahnya.

Khalid juga menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada perubahan pola pikir serta perilaku pelayanan agar semakin humanis dan berintegritas. Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan nilai-nilai hospitality sebagai budaya kerja di unit masing-masing.
“BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen terus menghadirkan program pelatihan yang inovatif, relevan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kompetensi ASN. Kita ingin memastikan setiap ASN di Banua memiliki semangat melayani dengan hati, profesional, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat,” pungkasnya.
Pelatihan Hospitality Pelayanan Publik ini berlangsung selama lima hari, dari 17 hingga 21 November 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 30 ASN dari berbagai perangkat daerah. Seluruh peserta dinyatakan lulus, dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Pemprov Kalsel berharap kualitas pelayanan publik di daerah semakin meningkat dan mampu menjawab tuntutan masyarakat akan birokrasi yang responsif, ramah, dan berintegritas.
